Monday, May 24, 2004

Beberapa dari IQBAL: Javid Namah (Kitab Keabadian)

Halaman 41 bagian Rumi
Manusia adalah pedang, dan Tuhan pendekar pedang,
dan dunia ini batu asahan bagi sang pedang.
Timur melihat Tuhan dan tidak melihat dunia,
Barat lari dari Tuhan dan merangkak di dunia.
Penghambaan sejati ialah membukakan mata pada Ilahi,
hidup sejati melihat diri sendiri tanpa selubung sama sekali.
Bila seorang hamba memenuhi kewajiban hidupnya,
Tuhan sendiri mendoakan keselamatan baginya.
Betapapun manusia tak sadar akan takdirnya,
debunya tak sejalan dengan api jiwanya.


Halaman 21 bagian Nyayian Para Malaikat
Seri keagungan sekepal tanah suatu ketika akan bersinar lebih gemilang dari segala makhluk yang tercipta dari cahaya;
berkat bintang peruntungan nasibnya, suatu ketika bumi pun akan dapat diubahnya menjadi sorga.
Angan-angannya, yang dipupuk oleh perubahan keadaan yang berlimpahan terjadi,
suatu ketika akan membubung tinggi dari pusaran langit lazuardi.
Pikirkan sejenak arti Insan ini; apa yang kauharapkan dari kami?
Kini ia sedang menjelajahi menembus alam, suatu ketika ia akan berubah sempurna,
pribadi mulia ini akan berubah sedemikian sempurna,
hingga Tuhan pun suatu ketika akan jatuh hati berhadapan dengannya!

No comments: