Sunday, June 13, 2004

Sahabat

Selamat datang di duniaku yang hancur
Belum berkeping-keping, tapi retakannya
menjalar seluruh dalam jiwa ini
Jikalau tidak ada para sahabat
Kehancuran ini akan sangat cepat
Datang; memburu dengan segala kebuasan

Jikalau tak ada tausiyah yang mampir
Hati ini kelak akan menghitam dan keras
Cahaya hidayah pun tak bisa masuk
Hingga hati ini seluruhnya legam berjelaga

Wahai akal dan hati
Mengapa kau jalan terpisah ?
Atau derai tawa telah melupakan
Makanan sehat bagi ruh ini ?

Terima kasih sahabat
Kehilangan kalian adalah kehilangan duniaku
Semoga dipertemukan dalam akhir di jannah
Meskipun mungkin kita akan berpisah sejenak
Ketika aku menyinggahi neraka
Untuk membersihkan kotoran jiwaku

K A U

Kau datang lagi dalam angan
Kotor dan bersih tak peduli
Kau terus merongrong hati ini
Dalam keinginan memiliki

Sayangnya…
Kau tak tahu
Kalau kerinduan ini selalu menerpa
Dalam segala sendiriku
Dalam segala ramaiku
Dalam segala resahku
Dan ternyata
menjadi CANDU
: Sakit dikala jauh dan mabuk dikala dekat

Namun aku coba mensudahi
Hanya ada usaha di jalan-Nya
Dan sepotong doa pun mengalir
Dari dua bibir anak nakal ini
“Tuhan, bila memang takdir-Mu,
persatukanlah kami di jalan-Mu.
Bila takdir-Mu untukku berkehendak lain,
Jadikanlah aku orang yang sabar
dan Kaulah Yang Maha Tahu
yang terbaik untuk-Ku”.

Dan kau…
Untuk sementara
Akan menjadi penghias taman hidupku
sebagai bunga yang berwarna indah, wangi
Yang akan bertambah indah dan wangi
Dikala waktunya mekar nanti
Lalu takdir untukku
berkata untuk memetikmu



Puisiku

Dalam keramaian lagu
Ku tuliskan kata-kata
Lewat ketikan keyboard komputer
Maupun ayunan pensil tertempel kertas
Berbait puisi
Kadang bermakna kadang tidak

Inilah isi hati yang tertuang
Isi yang penuh maupun hampa
Kekosongan menyeruak meminta
Agar volume yang ada terpenuhi

Beratus sampai bermilyar kata
Terjemahan dalam ruh terbesit
Dalam gembira atau liputan amarah
Dalam sukaku dan sedihku
Dalam mata dan kata orang
Dalam kejadian dan terjadinya
Tak’kan cukup lagi ruang dalam hatiku

Menikmati kebebasan berlimit
Karakter keluar dan ternilai
Meskipun terasa berbeda dengan kenyataan.

(@my room, Ahad, 03 April 2004)

Foto

Selembar foto
Banyak bicara
Tentang manusia
Refleksi kehidupan tanpa fantasi

Sebuah foto
Bercerita tentang kita
Dikala sedih dan gembira
Dikala peristiwa ingin masuk ingatan
Dalam perjalanan hidup pemiliknya

Berlembar foto
Bersaksi demi tegak keadilan
Bergambar kisah kekejaman dan kasih sayang
Berkuak kehidupan manusia
Berusaha ceritakan peradaban manusia


(@room, finished Ahad, 03 April 2004)