Kau datang lagi dalam angan
Kotor dan bersih tak peduli
Kau terus merongrong hati ini
Dalam keinginan memiliki
Sayangnya…
Kau tak tahu
Kalau kerinduan ini selalu menerpa
Dalam segala sendiriku
Dalam segala ramaiku
Dalam segala resahku
Dan ternyata
menjadi CANDU
: Sakit dikala jauh dan mabuk dikala dekat
Namun aku coba mensudahi
Hanya ada usaha di jalan-Nya
Dan sepotong doa pun mengalir
Dari dua bibir anak nakal ini
“Tuhan, bila memang takdir-Mu,
persatukanlah kami di jalan-Mu.
Bila takdir-Mu untukku berkehendak lain,
Jadikanlah aku orang yang sabar
dan Kaulah Yang Maha Tahu
yang terbaik untuk-Ku”.
Dan kau…
Untuk sementara
Akan menjadi penghias taman hidupku
sebagai bunga yang berwarna indah, wangi
Yang akan bertambah indah dan wangi
Dikala waktunya mekar nanti
Lalu takdir untukku
berkata untuk memetikmu
Sunday, June 13, 2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment