Thursday, September 09, 2004

Senyummu...

Ku tak ingin menduga
ketika perjumpaan itu terjadi
dalam sekelebatan waktu
yang tak terduga, sepotong senyum
terlontar kepada hati yang rapuh
ketika melihat dirimu.

Aku kembali teringat
ketika pandangan pertama itu
menghisap seluruh kecintaan jiwaku
tak sanggup menahan
sehingga wajahku terbuang dalam
rasa ingin tahu yang terus mencuat

Dirimu yang telah berdampingan
ku dapat memahami
ku hanya dapat memandangmu
dan senyum terlempar
yang tak kupahami maknanya bagiku

Akankah kita bertemu lagi?
Kala kerinduan ini tidak memperdulikan
berbagai bentuk nasihat yang sampai ke jiwaku.