Monday, May 24, 2004

AYAT SUCI

Lantunan ayat suci

Yang telah lama tak terngiang di kepalaku

Didengarkan menambah rasa kalbu

Bagaikan rindu terbayar lunas

Yang selama ini juga jarang

membasahi lidah dan bibir

terus ternoda oleh dosa lisan

Menunggu panggilan itu…

Sejuk terasa menggerayangi hati

Setiap sel tubuh berdzikir

Setiap alam memuji-Nya

Menghiasi lamunan dalam setiap detik

Senandung suci ini…

Adalah tausiyah abadi bagi manusia

Kecintaan Rabb bagi makhluk

Tanpa pandang bulu

bagi siapa saja yang ingin kembali


(@my room, Ahad, 03 April 2004)

Dalam Malam

Malam yang telah berarak ke larutnya

Dalam desahan lagu suara wanita timur

Dibalik itu terpampang wajahmu

Yang kusebut “bidadari”

Yang hanya bisa kupandangi gambarnya

Ketika diriku tak sanggup menatapmu

Karena jiwa ini tertarik seketika

Ke dalam duniamu yang bermisteri

Akankah ini tumbuh menjadi cinta?

Tatkala purnama yang kupandang

Menjadi sebentuk wajahmu

Bahkan ketika hilal 2 Rabiul Akhir

Kuteringat dirimu…

Ku tak tahu

Biarkan takdir dari masing-masing kita

Akan menjemputnya


(@ my room, 23 Mei 2004) Besok mo UAS Aljabar 2

Beberapa dari IQBAL: Javid Namah (Kitab Keabadian)

Halaman 41 bagian Rumi
Manusia adalah pedang, dan Tuhan pendekar pedang,
dan dunia ini batu asahan bagi sang pedang.
Timur melihat Tuhan dan tidak melihat dunia,
Barat lari dari Tuhan dan merangkak di dunia.
Penghambaan sejati ialah membukakan mata pada Ilahi,
hidup sejati melihat diri sendiri tanpa selubung sama sekali.
Bila seorang hamba memenuhi kewajiban hidupnya,
Tuhan sendiri mendoakan keselamatan baginya.
Betapapun manusia tak sadar akan takdirnya,
debunya tak sejalan dengan api jiwanya.


Halaman 21 bagian Nyayian Para Malaikat
Seri keagungan sekepal tanah suatu ketika akan bersinar lebih gemilang dari segala makhluk yang tercipta dari cahaya;
berkat bintang peruntungan nasibnya, suatu ketika bumi pun akan dapat diubahnya menjadi sorga.
Angan-angannya, yang dipupuk oleh perubahan keadaan yang berlimpahan terjadi,
suatu ketika akan membubung tinggi dari pusaran langit lazuardi.
Pikirkan sejenak arti Insan ini; apa yang kauharapkan dari kami?
Kini ia sedang menjelajahi menembus alam, suatu ketika ia akan berubah sempurna,
pribadi mulia ini akan berubah sedemikian sempurna,
hingga Tuhan pun suatu ketika akan jatuh hati berhadapan dengannya!

Tuesday, May 18, 2004

Berjalan dalam perenungan

Ada saatnya untuk berhenti

Dan melihat jiwa yang indah ini

Tak kuasa untuk menuliskannya

Disini...